Jumat, 01 Juni 2012

Cinta Pertama

.Alhamdulillah bangett kisah cerpen akuu yang ini dapet lolos sebagai kategori 30 karya yang terpilih untuk di terbitkan secara online dengan tema "cinta pertama" jilid ke-2, semogaa ceritanya dapat menginspirasi sobat mudaa yaa :) , selamat membaca :)

Cinta satu kata itu mempunyai makna yang sempurna untuk setiap kehidupan manusia.
Cinta itu lahir dari hati, di setiap detik, menit dan jamnya cinta tumbuh bersama sang waktu, cinta itu bukan sekedar rasa sayang sesaat tetapi cinta itu abadi, cinta tidak bisa dibeli atau dijual bahkan tidak bisa dinyatakan dalam bentuk kredit layaknya ilmu akuntansi, tetapi cinta itu harus berbentuk real bahkan harus dinyatakan dalam bentuk debit. Cinta itu ada karena kita terbiasa.
Dan inilah kisah kehidupan cinta . .
Nama aku cinta, aku terlahir dari keluarga yang super sempurna, bahkan kesempurnaan hidup aku melebihi semua orang, aku tinggal bersama kedua orangtuaku, aku anak satu-satunya, kedua orangtuaku sangat sayang kepadaku, apapun yang aku mau selalu dituruti bahkan dibelikan, begitu lengkap dan sempurnanya hidup aku, tapi ada waktu dimana semuanya menenggelamkan hidupku, akupun mulai terlena dengan kehidupan kota Jakarta, dimana dikota itu aku mendapatkan semua mimpiku, mimpi yang ternyata bisa aku raih dengan mudah tanpa perlu usaha yang keras, kini aku kuliah disalah satu universitas terkenal dijakarta yaitu UI (Universita Indonesia), akupun mempunyai banyak teman, hampir semua orang mau berteman denganku, entah kenapa mereka mau berteman denganku, apa karena aku cantik atau karena aku kaya raya ? sampai sekarang pertanyaanku itu belum bisa terjawab, mungkin waktu yang akan menjawabnya. Aku mempunyai dua sahabat terbaikku namanya milly dan willy, mereka berdua anak kembar, tapi sifat keduanya sangat jauh berbeda, layaknya bumi dan langit, dimana willy yang sifat dan kepribadiannya lebih mementingkan dunia fashion, hampir semua waktunya terbuang begitu saja hanya untuk mengejar model tren fashion masa kini, dia benci dan paling anti memberikan bahkan berbagi rezeki dengan orang-orang jalanan,
menurut willy “ buat aku orang jalanan adalah orang bego dan pemalas, ngapain juga kita mikirin hidup mereka toh mereka juga ga bisa diajak buat timbal balik ke kita”.
Yaa itu pendapat willy, sedangkan milly sang ade kembarnya ini berbeda dia justru termasuk orang yang sederhana dan suka merendah hati, setiap harinya dia habiskan waktunya buat membaca buku dan berbagi kepada orang-orang dijalanan, bahkan dia pun membangun sebuah rumah singgah dimana didalamnya banyak sekelompok anak-anak jalanan yang dia asuh dan dia didik untuk bisa mendapatkan pengajaran yang layak untuk bisa menjadi orang sukses,
menurut milly, “orang-orang dijalanan itu bukanlah orang bego bahkan malas, tetapi justru mereka adalah termasuk korban dari kejamnya ibukota Jakarta, karena sebagian lahan kerja mereka itu dikuasai oleh orang-orang yang berduit, makanya mereka dengan mudah dapat tersingkir dari pekerjaannya, padahal kalo digali lagi mereka itu masih punya semangat dan potensi yang tinggi untuk jadi orang sukses, mereka itu cuma menjadi  korban dari orang-orang yang dengan mudah hanya mengandalkan uang, menurut orang atas uang yang berperan aktif bahkan semuanya bisa mereka beli dengan mudah termasuk membeli pekerjaan dan menyingkirkan orang-orang bawah”.
 Yaa begitu mendengar kedua pendapat mereka aku dibuat bimbang sama yang namanya kehidupan, untuk kali ini aku coba jalani aja semuanya seperti biasa .
            Suatu hari willy mengajak aku untuk pergi dan membeli beragam jenis model fashion pakaian yang sedang tren dijaman sekarang .
“cinta, nanti siang mau ga lu nemeni gw buat kesalon, shopping, dan makan-makan ?, pokoknya hari ini kita berdua harus nikmati indahnya dunia fashioners, gimana ??”
 akupun menjawab, “ hmmm bolehlah”.
Siang itu aku dan willypun pergi dari mulai ke salon, belanja sampai mengunjungi tempat mahal yang paling terkenal dimana didalamnya memuat masakan eropa dan itali, begitu terlenanya aku dibuat oleh willy, senang dan bahagia banget hari ini aku lewati dengannya, sampai tiba dirumah tanpa terasa ketika aku membuka dompet ku ternyata , dalam hitungan jam saja semua isi uang dan kartu kreditku habis tak tersisa sedikitpun.
”haduhhh uangnya habis lagi, gimana nih kalo nyokap pulang ?, pasti diomelin dehh gw ?”.
ternyata apa yang aku pikirkan terjadi juga ketika aku lagi dikamar untuk mendengarkan musik, dari bawah terdengar orangtuaku yang memanggil nama ku.
 “cinta, cinta ayoo turun sini ada yang ingin bunda bicarakan”.
“iya bunda”, akupun langsung turun kelantai bawah untuk menemui bundaku.
“ada apa sih bunda ?”
“tadi bunda mencoba buat ngecheck isi kartu kredit kamu, tapi kok ga ada isinya sama sekali ?, kamu pake buat apa itu uangnya hhaah ?, jawab nak ?’’.
akupun menjawab sambil gugup “hmmmm, ituu, hmm itu lho buat belii baju dan aksesories bun”.
“masya allah, kamu keterlaluan nak, kamu habiskan uangnya cuma buat membeli kebutuhan pribadimu seorang ??”.
“habiss aku bosan dirumah bun, makanya aku pergi jalan sama temen, udahlah ga penting juga aku mau tidur ahh bun”.
akupun lari keatas menuju kamarku tanpa memperdulikan kata-kata bunda .
“cintaa bunda belum selesai bicara, kamu ini susah sekali dinasehati yaa !!’’.
Esok harinya, akupun bersiap untuk pergi kekampus. Dikampus akupun kembali bertemu dengan kedua sahabatku willy dan milly .
“haiii guys, lagi pada ngapain nih ?”.
millypun menjawab “ ini lho cin, hasil uts kita minggu kemaren ” (sambil memberikan kertas ulangannya).
“haaaahhh apaa nilai uts gw sekecil ini cuma dapet 30 ?, gaa ini ga mungkin ini pasti bukan gw”.
 “ bukan lu gimana cin, jelas-jelas itu nama lu, gw juga sama nih dapet 35 yaa ga beda jauuhlah”, jawab willy .
“iiihhh tapi ini bukan gw banget tauu, lu sendiri dapet berapa mil ?” .
“aku dapet nilai 90 “.
“haaaahh hebat!”, speechless aku terdiam begitu mengetahui nilai dari milly, dari situ aku merasa paling bodoh dan ga berguna sama sekali .aku berpikir pasti aku mengecewakan bunda lagi untuk kedua kalinya. Aku mulai berpikir gimana caranya aku mengembalikan semuanya seperti biasa lagi .
“akuu pulang !”, teriak ku sampai dirumah.
Aku pun langsung masuk kekamar, keseharianku hanya tidur, nonton tv dan mendengarkan musik, untuk membuka buku saja aku tidak pernah yaa inilah hidup aku . lagi asyiiik nonton tv sambil ngemil, tiba-tiba aku teringat bunda, dari tadi pulang sekolah aku tidak bertemu bunda, akupun memutuskan untuk keluar kamar dan menemui bunda dikamarnya, saat aku membuka pintu kamar bunda, terdengar desahan tangis dari dalam kamar, yaa ternyata itu bundaku, bundaku menangis.
“ ada apa bunda kok bunda menangis ?’’.
“hmmm engga kok sayang, bunda baik-baik saja” (sambil menghapus sisa airmata dipipinya).
“katakan bunda ada apa jujur sama cinta ada apa?”
“begini nak, ayahmu meninggalkan kita, dia menikah dengan perempuan lain, dan rumah ini besok akan disita oleh pihak bank, karena ayahmu punya banyak hutang di bank”.
“ gaa ini ga mungkin bun, katakan ini Cuma mimpi kan bun, katakan semua pasti baik-baik aja bun, katakan!’’ (sambil menangis) .
” ini bukan mimpi nak, ini kenyataannya, sabar yaa sayang”.
 akupun tak kuat menahan tangisss, akupun langsung memeluk bundaku, dalam dekapan bundalah tangisan air mataku mulai menetes . sejak saat itu kehidupanku berubah drastis, aku dan bundapun pergi untuk meninggalkan rumah impian kami, rumah istana buat kehidupan kami kini tidak akan kami temukan lagi, kami berduapun memutuskan untuk mengontrak rumah disebuah pedesaan yang letaknya tak jauh dari ibukota, untungnya bundaku masih punya sisa tabungan sehingga kami masih memiliki kesempatan buat merasakan indahnya memiliki atap rumah kembali . sejak saat itulah aku memutuskan untuk berhenti kuliah, aku merasa biaya kuliah di ibukota cukup besar dan mustahil rasanya bundaku kembali bisa membiayai kuliah ku.
Dikampus . .
“ ehh willy, cinta kemana yaa ? kok dari kemaren aku ga ketemu dia ?” kata milly dengan rasa penasaran .
willypun menjawab ,” yaa mana gw taulah , udah dehh jangan ganggu gw sana pergi”(sambil sibuk membaca majalah fashion ).
Millypun memutuskan buat mencari jejak kepergian aku, sampai tiba saatnya kami dipertemukan disebuah toko buku, dimana pada saat itu aku mencoba mencari buku tentang arti kehidupan ,milly pun melihat aku .
”cinta ?”.
 “ milly ?”.
akupun terkejut begitu tau milly menemukan ku, rasa maluu yang sangat amat dalam aku rasakan ketika bertemu dengannya akupun reflek langsung lari menjauh dari milly, millypun tetap mengejar aku
“ cintaa tunggu, cintaaaa !” teriak milly.
akupun terus lari-dan lari sampai akhirnya jejakku tak bisa didapatkan lagi oleh milly .tiba-tiba saat jalanku mulai melambat akupun menabrak seseorang, sampai aku terjatuh sosok laki-laki muda yang amat sangat tampan dan sempurna di mataku, speechless aku terkejut dan bengong melihat wajah laki-laki itu.
“heyy, hello, ?” sapa laki-laki itu sambil melambaikan tangannya.
“ ohh, maaf.maaff  maafin aku, tadi aku ga sengaja”.
“iyaa ga papa kok harusnya aku yang minta maaf udah nabrak kamu sampai terjatuh, ayoo bangun” (sambil menawarkan tangannya dan mencoba membantu aku buat kembali berdiri).
 Sosok laki-laki itu sempurna buat aku, tapi setelah aku tersadar dari lamunan itu akupun teringat akan sosok ayah yang tega meninggalkan aku dan bunda, rasa benci terhadap sosok laki-laki itu aku lampiaskan semuanya, trauma dan takut itu yang aku rasakan ketika aku ketemu dengan sosok laki-laki,aku bahkan ga mau bertemu dan berkenalan dengan kaum adam .aku benciii bangett. Akupun langsung lari pergi meninggalkan laki-laki itu . sesampainya dirumah perlahan-lahan aku merasakan rasa sakit kepala yang berkepanjangan di ikuti rasa mual dan muntah, bunda ku langsung bertanya-tanya kepada ku.
“ kamu kenapa cin ?, ga biasanya kamu begini”(sambil khawatir dan cemas).
 “ engga kok bun, aku gapapa tenang aja, semua pasti baik-baik aja” (jawab ku untuk meyakinkan bunda).
Sudah seminggu aku merasakan sakit ini, badanku mulai melemah akupun bingung ada apa dengan diriku ?, semakin hari semakin banyak yang aku rasakan, saat di dapur aku ingin mengambil minum tiba-tiba aku sulit untuk menuangkan air kedalam gelas , airnya justru tumpah kelantai dan tidak masuk sama sekali kedalam gelasnya, penglihatanku mulai terganggu, semua yang ada disekitarku terlihat buram, untuk jalan saja aku tak mampu terkadang aku suka tiba-tiba terjatuh sendiri . bunda yang melihat beragam jenis keanehan itu mulai cemas denganku .
“ cinta, kita kedokter yaa, udah lama kamu ga ngecheck kesehatan kamu nak”.
“engga bunda ga usah lagian ke dokter kan butuh uang, uang dari mana bun??, percayalah aku pasti baik-baik saja kok !“ (aku kembali meyakinkan bundaku tentang diriku).
Esoknya aku mencoba untuk keluar rumah tanpa pamit ke bunda, aku mulai berjalan menuju ketaman,ditaman aku duduk sendiri dan merenungi semua kejadian yang ada dihidupku, tiba-tiba disampingku duduk sosok seorang laki-laki yang waktu itu pernah aku tabrak, aku ketakutan begitu melihat sosoknya, akupun ingin segera pergi meniggalkan laki-laki itu, saat aku ingin lari, tiba-tiba laki-laki itu memegang erat tanganku dan berkata.
 “jangan pergi aku hanya ingin mengenal kamu, tenang-tenang aku orang baik kok”.
laki-laki itu mencoba meyakinkan aku tentang dirinya , rasa takut itu perlahan mulai hilang, akupun kembali duduk disampingnya.
 “namanya siapa?’’.
 “aaaa, , a , kuu cinta” sambil gugup .
“ohh, cinta, nama yang indah se indah senyummu, nama aku pertama panggil aja tama”(sambil bersalaman denganku) .
“sendirian aja sih, lagi sedih yaa?”.
”iiii, ,yyaa tam” .
“ jangan sedih dong wanita secantik kamu harus tetap tersenyum, hapus air mata kamu”. sambil memberikan sapu tangannya untuk ku, yaa perkenalanku dengannya cukup indah dan sangat berarti buat aku kenang, setelah aku bertemu dengan pertama, ternyata tidak semua laki-laki itu jahat seperti ayahku, penilaianku salah besar .aku senang bisa berteman dengan tama .
Hampir setiap hari kami berdua ketemu ditaman monas, tempat yang indah yang mengawali dan menjadi saksi bisu perkenalan kita berdua . akupun diajak jalan sama tama ketempat yang paling indah diatas bukit . saat tiba disana ketika tama pergi sebentar untuk membelikanku minum, akupun mencoba melihat sekelilingku, kenapa semuanya tampak buram dan samar-samar . penglihatanku kembali terganggu .
”ini minumannya”, tama datang menghampiriku.
Aku berkata “tama, apa kamu bisa bercerita kepadaku ada apa sajaa di depan kita?”.
“didepan kita banyak bunga-bunga matahari yang sangat indah bergoyang-goyang kekiri, kekanan mengikuti arah angin, ada juga suara gemericik air mengalir turun kebawah karena disebrang sana ada air terjun yang sangat indah, memangnya kenapa cin kamu bertanya seperti itu?, kamu sakit?”.
“ engga tam gapapa, semua pasti baik-baik saja” (sambil tersenyum).
aku belum berani untuk bercerita kepada tama tentang apa yang aku alami selama ini, aku takut dia ga mau berteman denganku lagi .
Akupun kembali kerumah . dirumah aku suka senyum-senyum sendiri ketika mengingat masa indahku bersama tama. Bundapun kembali menghampiriku dan bertanya.
 “ kenapa cinta, dari tadi senyum-senyum sendiri, bunda tauu nih pasti anak bunda yang cantik ini lagi jatuh cinta yaa?”.
“iih, bunda sok tahu nihh, engga kok”.
Kami berduapun asyikkk bercanda bareng hingga tiba saatnya sakit kepalaku muncul kembali, sakitt banget rasanya kepalaku mau pecah, rasa mual mau muntahpun datang, tapi disaat aku ingin bangkit dan berlari tiba-tiba saja aku terjatuh kakiku sama sekali tidak bisa digerakan, kakiku menjadi mati rasa.
 “bun, kenapa ini kenapa aku ga bisa menggerakkan kakiku bun kenapa ?”, sambil berteriak menahan sakit dikepalaku .
” yaa allah nak, kamu kenapa ?, kita kedokter yaa sekarang”.
dengan modal nekad bundapun membawaku kerumah sakit sambil menggendongku .
Sesampainya disana, akupun diperiksa oleh dokter .
Nama bundaku dipanggil oleh dokter, rasanya si dokter ingin berbicara Cuma empat mata dengan bunda ku tanpa perlu aku tahu .
“ ada apa dok dengan anak saya ?”.
begini bu, dari hasil lab menyatakan bahwa anak ibu positif terkena penyakit glioblatoma”.
“penyakit apa itu dok?”.
“ ibu yang sabarnya jenis penyakit ini telah menjadi satu didalam anggota badan anak ibu sering kita menyebutnya dengan penyakit kanker otak ganas, kanker yang dapat dirasakan dibagian otak besarnya dan system sarafnya, dan ini sudah mulai menuju pada letak stadium akhir”.
 “engga dok, dokter ga lagi bercanda kan ?, ga mungkin anak saya kena penyakit itu ?, katakan dok itu semua salah katakan!” (sambil menangis ).
dokterpun kembali meyakinkan bundaku “ benar ibu itu benar adanya, salah satu cara untuk memperlambat jalannya kanker di bagian otak anak ibu adalah dengan mengadakan kemoterapi dan memberikan obat-obatan jenis herbal secara rutin, kalau tidak cara kerja kanker itu akan cepat merambat keseluruh jaringan tubuh anak ibu, sehingga akan berdampak pada kelumpuhan dibagian kaki dan tangan sulit untuk bergerak sama sekali, penglihatannya pun akan mulai terganggu, meskipun tidak buta sepenuhnya tapi lama-lama kanker itu akan lebih cepatnya menggerogoti anggota gerak, sehingga munncul gangguan keseimbangan tubuh”.tegas dokter .
“jadi penyakit anak saya tidak bisa disebuhkan dok ?”.
“untuk sembuh total itu hal yang mustahi bu, karena ini termasuk jenis kanker ganas, kemoterapi dan obat-obatan herbal hanya mampu menghambat tumbuhnya sel kanker baru, bukan untuk mematikan, salah satu jalannya yaitu dengan menjalankan operasi pengangkatan sel kanker otak untuk dapat mengambil semua jaringan tumor, tetapi tidak bisa menjamin juga operasi itu akan berhasil, karena sel tumor tersebut akan tumbuh kembali”.
 “yaa allah separah itukah penyakit anak saya dok ?”.
 “ yaa ibu bersabar saja kecuali ada mukjizat dari yang maha kuasa insya allah penyakit itu dapat sembuh, 1 berbanding jutaan ribu manusia yang terkena jenis kanker ini, taruhannya dengan nyawa mereka sendiri bu” .
“yaa udah makasih dok atas penjelasannya, kami permisi pulang”, bundapun keluar dari ruangan dokter dan menemuiku.
“bun, apa kata dokter?’’.
“semua pasti baik-baik saja nak” (sambil menangis dan memelukku).
aku heran kenapa bunda menangis. Bunda belum bisa bercerita tentang penyakit yang aku derita .
Esoknyaa aku kembali ketaman monas bertemu dengan pertama, kali ini aku ketaman monas dengan menggunakan kursi roda, yaa aku yang sekarang berbeda dengan aku yang dulu.
Saat aku lagi melamun, tiba-tiba pertama datang menghampiriku .
“ cintaa, ini kamu ?” .
 “ iyaa tam ini aku , kenapa, kamu kaget lihat kondisiku yang sekarang ?”.
“ iya jelaslah kagett, kenapa kamu ga cerita dari dulu kalo kamu sakit cin ?, kenapa ?”.
akupun menjawab , “ karena akuu, aku takut kehilangan kamu tam, aku takut kamu gamau berteman denganku lagi”.
“tenang aja cin, aku berteman dengan sapa saja kok, tidak memandang fisik bahkan derajat seseorang, aku tulus ingin selalu ada didekat kamu, jadi kalau ada masalah apapun kamu cerita saja sama aku, pasti aku bantu kamu” (sambil tersenyum) .
yaa senyuman dan rangkaian kata dari pertamalah yang menguatkan aku sampai saat ini .
Tama adalah sosok laki-laki yang berbeda dengan ayahku dia begitu sabar dan setia untuk menjagaku, setiap harinya tama selalu membuat kejutan agar aku kembali tetap tersenyum didepannya . mengajarkanku tentang arti kehidupan dan arti saling berbagi, diapun yang menemani mas-masa sulitku, saat aku dirumah sakit menjalani kemoterapi .
“ tam kamu tau gaa ?, aku tuh ngerasa seluruh badanku sakiiiitt, sakit semua , dari mulai ujung kepala sampai ujung kakiku terasa sakit dan mati rasa”.
 “kalau kamu ingin rasa sakitnya berkurang kamu harus selalu ingat sama wajah aku, biar kamu bisa tetap tersenyum dan tertawa lepas, itu yang akan buat rasa sakitnya berkurang”.
yaa kata-kata yang tama ucapkan bisa buat aku bertahan sampai detik ini .
“makasih yaa tam, makasih karena kamu selalu ada disampingku, tetaplah disampingku tam sampai waktunya tiba nanti”.
“waktunya tiba apaa maksudnya cin ?”, tama terkejut ketika aku mengucap kata itu .
akupun reflek dan dibuat bingung dengan kata-kata itu speechless kata-kata itu membuat tama mulai sedih .
“jangan sedih tam, karena cintalah yang akan menguatkan kita berdua” .
Esoknyaa akupun diajak tama untuk mengunjungi sebuah toko buku, tak disangka dan tak diduga, ternyata aku bertemu dengan willy dan milly, mereka berduapun menghampiriku.
“Cinta, kamu kemana ajaa kami berdua khawatir sama kamu”, sambil memelukku .
“aaaa, ,kuu baik.baik saja kok?”.
“kenapa kamu jadi gini cin, cerita sama kami ada apa sebenarnya?”, Tanya milly.
Kami bertigapun memutuskan untuk ketaman dan berbagi cerita .
“begini, bisnis ayahku mulai bangkrut,terpaksa rumahku disita dan sekarang aku dan bunda ku tinggal dirumah kontrakan, ayahku pun nikah lagi dengan wanita lain, kecewa dan terpuruk itu yang aku rasakan, aku malu kalo tiap kali aku harus ketemu dengan kalian apalagi ketemunya disaat kondisiku lagi ga sempurna seperti ini”.
milly berkata “ ga usah maluu cin, kami ini kan sahabatmu, kami itu ikhlas berteman denganmu, dalam kondisi sesulit apapun kamu, kami pasti akan selalu ada disampingmu” (sambil memelukku) .
tiba-tiba willypun berucap “ iiihh seorang cinta menjadi cacat ?, apaa kata dunia kalo aku berteman denganmu, kemaren aku juga ngeliat tuh bapak kamu ternyata supir angkot cin, hanya seorang supir angkot, dan sekarang kamu dan ibumu ditelantarkan, kasihan sekali nasibmu tapi maaf aku ga mau tertular dengan penyakit miskin kamu ini”.(sambil pergi ninggalin aku dan milly).
aku kagett dan terdiam sejenak, aku mulai meneteskan air mata ketika willy pergi ninggalin aku, ga disangka sahabatku yang dulu buat aku tersenyum sekarang malah dia yang membuat air mataku menetes, mustahil rasanya dan sulit buat aku tuk percaya sama kehidupan ini . akupun menangis di pundaknya milly .ternyata pertanyaan ku yang dulu sudah bisa terjawab olehku, mereka Cuma ingin uangku, termasuk sahabatku sendiri, mereka Cuma ingin dan cinta dengan uangku, sekarang disaat aku tak memiliki uang, dan kesempurnaan hidupku mulai menjauh dariku tak ada 1pun orang yang mau jadi teman aku kecuali pertama dan milly, yaa aku coba buat tetap tegar, tapi hatiku masih terasa rapuh ketika aku terus mengingat masa-masa indahku bersama willy, waktu yang telah menenggelamkan memory indahku bersama sahabatku, perlahan mataku mulai terpejam dalam dekapan milly, ternyata aku pingsan , milly dan pertamalahh yang membawaku kembali kerumah, ketika aku mulai sadar dan terbangun dari mimpiku, aku melihat ada pertama disamping tempat tidurku sambil memegang erat tanganku, dan diapun tertidur pulas disampingku, yaa dialah yang menemaniku sepanjang malam itu, entah apa yang aku rasakan ketika tanganku dipegang erat oleh tama, jantungku berdetak kencang, dan aku tersenyum sendiri saat melihat sosok wajah polosnya tama ketika sedang tidur.
apaa ini yang namanya CINTA ?, CINTA datang dengan tiba-tiba tanpa bilang permisi dan CINTAlah yang membuat aku bertahan sampai detik ini, yaa akuu jatuh CINTA, aku jatuh CINTA sama pertama .saat aku berucap kata itu tiba-tiba tama terbangun dari tidurnya kami merasa seperti memiliki ikatan kontak batin yang kuat.
“ ehh cinta udah sadar?, aku cemas memikirkan kamu cin, aku udah tau penyakit yang kamu derita dari ibumu”.
 “penyakit apa ? aku ga sakit, aku baik-baik aja tama ? iyaa kan aku baik-baik saja?”.
“iya.iya kamu baik-baik saja kok”, sambil meneteskan air mata.
 “tama sayang sama aku ?”.
“ iyalah cinta, aku sayang sama kamu, bahkan aku ga mau kehilangan kamu, ini saat yang tepat buat aku ungkapkan semua isi hati aku, aku tuh cinta dan sayang banget sama kamu, aku tulus mencintai kamu cin, kamu mau ga jadi pacar aku ?, aku janji aku ga akan melewatkan 1 detikpun hari-hariku tanpa kamu, aku akan berusaha buat kamu tersenyum setiap harinya, aku juga ingin suatu saat nanti kamulah yang menjadi pendamping hidup aku, kamu cinta pertamaku, dan kamu juga harus jadi cinta terakhir buat hidup aku cin, mau kan ?”.
wooowww, speechless aku ga bisa berkata apapun, aku kaget dan tiba-tiba air mataku mulai menetes membasahi pipiku, aku menangis bukan karena sedih tersakiti, tapi aku menangis karena aku sedih bahagia, bahagia bisa ada disamping tama .
“ hmm, kamu ga romantis banget sih tam masa mengungkapkan perasaan kamu di rumah sakit sih ? hhahaha, iyaaa tam, aku mau jadi pendamping hidup kamu selamanya”.
Sejak saat itu kamipun akhirnya jadi pasangan kekasih. Meskipun waktunya ga tepat dan suasana latarnya berbeda dengan pasangan lain yaitu dirumah sakit . buatku itu moment terindah yang aku dapatkan dari sosok seorang pertama .
Semakin hari kondisiku mulai membaik akupun diperbolehkan pulang sama dokter lagi-lagi tamalah yang membawa aku pulang kerumah, dirumah dia banyak cerita dan bercanda bareng. Tamapun kini menjadi kaki dan tanganku , saat aku mulai bosan dengan kursi rodaku, tamalah yang menggendongku diatas pundaknya yaa aku digendong tama, dan kakinya tamalah sekarang yang berperan sebagai kakiku. Kamipun jalan-jalan ketaman monas seperti biasa, tama mengajarkan aku untuk berjalan, tapi sesekali aku terjatuh, kakiku bener-bener tak berfungsi lagi, aku menangis lagi-lagi aku nangis sampai detik inipun aku belum tau tentang penyakitku, tama mencoba buat menguatkan aku, yaa dia yang selalu support aku.
“jangan menangis cintaku, kamu harus tetap tersenyum dan katakan pada dunia kalo kamu baik-baik saja, ayoo katakan”, tama menyuruhku untuk teriak sekencang-kencangnya.
 akupun melakukannya “hallo duniaaa, namaku cinta, lihatlah aku baik-baik saja kann ?(sambil teriak).
Hatiku cukup plong ketika suaraku itu terbawa oleh angin dan menyampaikannya kepada dunia.
“terima kasih tama, terima kasih aku cinta kamu” (sambil memeluk tama).
Esoknyaa aku terbangun dari tidurku, akupun ingin segera melihat mentari pagi diluar, begitu aku ingin keluar dari kamarku tiba-tiba aku menemukan selembar kertas yang tercecer di bawah lantai kamarku, yaa setelah aku buka ternyata itu surat dokter, surat pernyataan dokter yang menyatakan aku positif terkena penyakit kanker otak, akupun kaget dan terdiam, tiba-tiba kepalaku kembali sakit lagi, akupun tak kuat menahan rasa sakit itu, akupun terjatuh kelantai dan tak sadarkan diri, bundaku yang mendengar suara dari kamarku bergegas untuk menemuiku
 “cintaaa, bangun nak bangunn”.
 bundapun langsung membawaku kerumah sakit bersama dengan pertama dan milly . mereka begitu cemas dengan keadaanku .
“ dok, gimana dengan keadaan anakku dok?”.
“penyakit anak ibu bertambah parah terpaksa kita harus melakukan operasi pengangkatan sel kanker diotaknya”.
“ tapii dokk ?”.
tiba-tiba pertamapun ikut berbicara “lakukan saja operasi itu dok lakukan yang terbaik buatt cinta biar aku yang urus semua biayanya ayooo dok”.
“baiklah segera kami persiapkan operasinya” .
 “makasih nak tama , makasih banyak atas bantuannya”.
“iyaa bu sama-sama”.
semua orang diruang tunggu mengkhawatirkan aku, yaa aku kini sedang bertarung untuk melawan penyakitku, aku ga mau buat orang-orang disekitarku menangis karena aku, aku harus bisa menciptakan senyuman diwajah mereka. Operasi pun telah selesai dan berhasil dilakukan, kondisiku pun mulai membaik, tapi sayang kini aku tak punya rambut, aku tak secantik dulu, badanku yang makin hari makin kurus kering membuat aku merasa down dan malu bila bertemu dengan milly dan tama, dan lagi-lagi tama orang pertama yang aku lihat berada disamping aku ketika aku membuka mataku.
“ tama aku sayang kamu, oh iyaa milly mana aku ingin bertemu dengannya ?”.
millypun masuk keruanganku “iyaa cin aku disini, cintaa yang tabah yaa, aku tauu ini cobaan yang berat buat kamu, tapi aku harap kamu bisa bertahan cin”.
 “iyaa mill, aku kuat kok, oh yaa ada 1permintaan aku, aku ingin deh main kerumah singgah milikmu mill”.
 “ohh boleh.boleh cin, aku akan temenin kamu untuk kesana kok”.
Esoknya aku, milly dan pertamapun mampir kerumah singgah anak-anak jalanan, disitu aku banyak mendapat pelajaran berharga .
“liatt cin, anak-anak ini lebih menderita dari kamu, bayangkan, mereka tak punya kaki, mereka tak punya tangan, bahkan kemampuan berpikir mereka masih seperti anak kecil, mereka banyak kekurangan, mereka lebih tak sempurna dibanding kamu, tapi kamu lihat semangat mereka, mereka terus berusaha buat terus belajar dan menciptakan beragam jenis karya, dengan kaki satu yang mereka punya mereka bisa memainkan alat musik gitar, dengan kemampuan otak yang terbatas mereka mampu melukiskan hasil jeritan tangis hati mereka kedalam bentuk lukisan, mereka tetap kuatt cin, lihat mereka satu tetes air matapun tak pernah mereka keluarkan, mereka terus menebar senyum untuk sekitarnya, akupun yakin kamu pasti bisa seperti mereka, percaya cin”.
 “iyaa milly kamu benar” sambil menghapus air mataku .
Akupun mulai mengajak anak-anak jalanan ini untuk bernyanyi bersama aku, dan aku yang memiliki ilmu lebih tentang bahasa inggris, akupun mulai mengajarkan mereka cara mengucapkan bahasa inggris , aku senang, aku bahagia ketika aku berada disekeliling mereka yang sama memiliki kekurangan denganku, rasa percaya diriku mulai bangkit, perlahan aku ciptakan 1 senyuman buat mereka, aku bercerita lucuu dengan bahasa inggris kepada mereka, dan tamalah yang menerjemahkan artinya, lihatlah mereka tertawa lepas begitu mendengar ceritaku, yaa aku berhasil membuat mereka tersenyum, akupun berhasil membagi ilmuku kepada mereka sehingga mereka perlahan, mulai mengerti tentang bahasa.inggris .
seharian penuh waktu aku habiskan bersama mereka, sampai tiba saatnya sakit kepalaku mulai muncul kembali entahlah apaa penyakit kankerku tak bisa sembuh, meskipun jaringan tumornya sudah diangkat tapi masih tumbuh lagi, mungkin inilah detik-detik aku pergi meninggalkan dunia, dunia begitu indah buatku, rasanya masih tak percaya kalau aku tenyata masih bisa menciptakan senyuman untuk orang lain didetik terakhir ku, akupun menyuruh tama untuk membawaku ketaman monas seperti biasanya .
“tama, tau gaa apa itu cinta ?” (sambil bersandar di bahunya tama).
tama menjawab “cinta itu abadi, cinta itu yaa seperti aku dan kamu” .
”cinta itu baik yaahh, dia yang mengajarkan kita untuk saling mengenal, saling melengkapi, dan saling memeberikan support bahkan semangat untuk hidup”.kataku.
lalu tamapun menjawab kembali “ yaa cinta itu perlu ketulusan cinta itu tidak memandang fisik bahkan kekurangan seseorang, cinta itu harus saling percaya, cinta itu harus saling terbuka bahkan saling menjaga setiap masalah pribadi hidupnya”.
“cinta itu terlahir bukan untuk saling menjatuhkan, tetapi saling mendukung, cinta itu bukan menceritakan pribadi hidup masa lalu seseorang kepada orang lain tetapi saling menjaga rahasia hidup seseorang, cinta itu terlahir bukan untuk menjelekan keburukan sifat setiap individu, tetapi cinta itu harus bisa saling memuji bahkan bercerita kepada oranglain tetang sebuah kelebihan yang kita miliki, dan cinta itu bukan menurunkan derajat seseorang tetapi cinta itu harus bisa mengangkat derajat seseorang” .(kataku, sambil meneteskan air mata).
“yaa cin, cinta itu harus memiliki sebuah pemikiran yang dewasa agar kita tidak mengecewakan oranglain, bahkan tidak membuat mata dan hati seseorang menangis dengan ucapannya, jangan pernah kita menyalahkan kata cinta ketika cinta membuat seseorang menangis bahkan tersakiti hatinya, cinta tidak pernah bersandiwara, tapi cinta itu realita kehidupan”, ujar tama.
“iyaa tama, cinta itu terlahir bukan untuk menciptakan ribuan tangisan air mata, tetapi cinta itu datang untuk menciptakan jutaan senyum kebahagiaan buat dunia dan semua orang, aku bahagia bisa bersamamu tama, aku sayang dan cinta sama kamu, karena kata cintalah aku bisa bertahan dan karena cintalah aku bisa mengenal indahnya hidup didunia bersama kamu, kamu cinta pertama dan cinta terakhirku I love you pertama”. (mataku pun perlahan mulai terpejam aku terlelap tidur didalam pelukan tama),  sesaat mataku tak bisa lagi ku buka kembali.
Tamapun terkejut melihat aku tak bernafas lagi, dia terus memanggil-manggil namaku.
 “cinta bangun cinta bangunnn jangan tinggalin akuuu, kamulah cinta pertama dan cinta terakhir aku selamanyaa”. (sambil menangis dan memelukku).


aku tertidur dengan tetesan air mata terakhirku yang membasahi pundak tama, yaa aku tertidur dengan senyuman lepas didalam dekapan tama, aku tertidur untuk selamanya, selamat tinggal dunia. ragaku mungkin sudah tidak ada lagi di dunia, tapi nama ku masih tetap di kenang dan akan selalu ada di hati semua orang, seperti sebuah nasehat dari mario teguh yang mengatakan bahwa : 


"inginkanlah yang mudah, tetapi jangan lupakan keharusan mu untuk menjadi lebih kuat. bukan pemberian yang mudah yang akan memudahkan hidupmu, tetapi kemampuan yang menjadikan mu pantas bagi semua pemberian besar- yang tidak mudah untuk di dapat itu, yang akan menjadikanmu sebagai penegak kehidupan yang berjaya"
yaa kehadiran sosok pertamalah sebagai penegak kehidupanku-CINTA PERTAMA. J

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar