Cinta
satu kata itu mempunyai makna yang sempurna untuk setiap kehidupan manusia.
Cinta itu lahir dari hati, di setiap
detik, menit dan jamnya cinta tumbuh bersama sang waktu, cinta itu bukan
sekedar rasa sayang sesaat tetapi cinta itu abadi, cinta tidak bisa dibeli atau
dijual bahkan tidak bisa dinyatakan dalam bentuk kredit layaknya ilmu
akuntansi, tetapi cinta itu harus berbentuk real bahkan harus dinyatakan dalam
bentuk debit. Cinta itu ada karena kita terbiasa.
Dan inilah kisah kehidupan cinta . .
Nama
aku cinta, aku terlahir dari keluarga yang super sempurna, bahkan kesempurnaan
hidup aku melebihi semua orang, aku tinggal bersama kedua orangtuaku, aku anak
satu-satunya, kedua orangtuaku sangat sayang kepadaku, apapun yang aku mau
selalu dituruti bahkan dibelikan, begitu lengkap dan sempurnanya hidup aku,
tapi ada waktu dimana semuanya menenggelamkan hidupku, akupun mulai terlena
dengan kehidupan kota Jakarta, dimana dikota itu aku mendapatkan semua mimpiku,
mimpi yang ternyata bisa aku raih dengan mudah tanpa perlu usaha yang keras,
kini aku kuliah disalah satu universitas terkenal dijakarta yaitu UI (Universita
Indonesia), akupun mempunyai banyak teman, hampir semua orang mau berteman
denganku, entah kenapa mereka mau berteman denganku, apa karena aku cantik atau
karena aku kaya raya ? sampai sekarang pertanyaanku itu belum bisa terjawab,
mungkin waktu yang akan menjawabnya. Aku mempunyai dua sahabat terbaikku
namanya milly dan willy, mereka berdua anak kembar, tapi sifat keduanya sangat
jauh berbeda, layaknya bumi dan langit, dimana willy yang sifat dan
kepribadiannya lebih mementingkan dunia fashion, hampir semua waktunya terbuang
begitu saja hanya untuk mengejar model tren fashion masa kini, dia benci dan
paling anti memberikan bahkan berbagi rezeki dengan orang-orang jalanan,
menurut
willy “ buat aku orang jalanan adalah orang bego dan pemalas, ngapain juga kita
mikirin hidup mereka toh mereka juga ga bisa diajak buat timbal balik ke kita”.
Yaa itu pendapat willy, sedangkan
milly sang ade kembarnya ini berbeda dia justru termasuk orang yang sederhana
dan suka merendah hati, setiap harinya dia habiskan waktunya buat membaca buku
dan berbagi kepada orang-orang dijalanan, bahkan dia pun membangun sebuah rumah
singgah dimana didalamnya banyak sekelompok anak-anak jalanan yang dia asuh dan
dia didik untuk bisa mendapatkan pengajaran yang layak untuk bisa menjadi orang
sukses,
menurut milly, “orang-orang dijalanan
itu bukanlah orang bego bahkan malas, tetapi justru mereka adalah termasuk
korban dari kejamnya ibukota Jakarta, karena sebagian lahan kerja mereka itu
dikuasai oleh orang-orang yang berduit, makanya mereka dengan mudah dapat
tersingkir dari pekerjaannya, padahal kalo digali lagi mereka itu masih punya
semangat dan potensi yang tinggi untuk jadi orang sukses, mereka itu cuma
menjadi korban dari orang-orang yang
dengan mudah hanya mengandalkan uang, menurut orang atas uang yang berperan
aktif bahkan semuanya bisa mereka beli dengan mudah termasuk membeli pekerjaan
dan menyingkirkan orang-orang bawah”.
Yaa begitu mendengar kedua pendapat mereka aku
dibuat bimbang sama yang namanya kehidupan, untuk kali ini aku coba jalani aja
semuanya seperti biasa .
Suatu
hari willy mengajak aku untuk pergi dan membeli beragam jenis model fashion
pakaian yang sedang tren dijaman sekarang .
“cinta, nanti siang mau ga lu nemeni
gw buat kesalon, shopping, dan makan-makan ?, pokoknya hari ini kita berdua
harus nikmati indahnya dunia fashioners, gimana ??”
akupun menjawab, “ hmmm bolehlah”.
Siang itu aku dan willypun pergi dari
mulai ke salon, belanja sampai mengunjungi tempat mahal yang paling terkenal
dimana didalamnya memuat masakan eropa dan itali, begitu terlenanya aku dibuat
oleh willy, senang dan bahagia banget hari ini aku lewati dengannya, sampai
tiba dirumah tanpa terasa ketika aku membuka dompet ku ternyata , dalam
hitungan jam saja semua isi uang dan kartu kreditku habis tak tersisa
sedikitpun.
”haduhhh uangnya habis lagi, gimana
nih kalo nyokap pulang ?, pasti diomelin dehh gw ?”.
ternyata apa yang aku pikirkan terjadi
juga ketika aku lagi dikamar untuk mendengarkan musik, dari bawah terdengar
orangtuaku yang memanggil nama ku.
“cinta, cinta ayoo turun sini ada yang ingin
bunda bicarakan”.
“iya bunda”, akupun langsung turun
kelantai bawah untuk menemui bundaku.
“ada apa sih bunda ?”
“tadi bunda mencoba buat ngecheck isi
kartu kredit kamu, tapi kok ga ada isinya sama sekali ?, kamu pake buat apa itu
uangnya hhaah ?, jawab nak ?’’.
akupun menjawab sambil gugup “hmmmm,
ituu, hmm itu lho buat belii baju dan aksesories bun”.
“masya allah, kamu keterlaluan nak, kamu
habiskan uangnya cuma buat membeli kebutuhan pribadimu seorang ??”.
“habiss aku bosan dirumah bun, makanya
aku pergi jalan sama temen, udahlah ga penting juga aku mau tidur ahh bun”.
akupun lari keatas menuju kamarku
tanpa memperdulikan kata-kata bunda .
“cintaa bunda belum selesai bicara,
kamu ini susah sekali dinasehati yaa !!’’.
Esok harinya, akupun bersiap untuk
pergi kekampus. Dikampus akupun kembali bertemu dengan kedua sahabatku willy
dan milly .
“haiii guys, lagi pada ngapain nih ?”.
millypun menjawab “ ini lho cin, hasil
uts kita minggu kemaren ” (sambil memberikan kertas ulangannya).
“haaaahhh apaa nilai uts gw sekecil
ini cuma dapet 30 ?, gaa ini ga mungkin ini pasti bukan gw”.
“ bukan lu gimana cin, jelas-jelas itu nama
lu, gw juga sama nih dapet 35 yaa ga beda jauuhlah”, jawab willy .
“iiihhh tapi ini bukan gw banget tauu,
lu sendiri dapet berapa mil ?” .
“aku dapet nilai 90 “.
“haaaahh hebat!”, speechless aku
terdiam begitu mengetahui nilai dari milly, dari situ aku merasa paling bodoh dan
ga berguna sama sekali .aku berpikir pasti aku mengecewakan bunda lagi untuk
kedua kalinya. Aku mulai berpikir gimana caranya aku mengembalikan semuanya
seperti biasa lagi .
“akuu pulang !”, teriak ku sampai
dirumah.
Aku pun langsung masuk kekamar, keseharianku
hanya tidur, nonton tv dan mendengarkan musik, untuk membuka buku saja aku
tidak pernah yaa inilah hidup aku . lagi asyiiik nonton tv sambil ngemil,
tiba-tiba aku teringat bunda, dari tadi pulang sekolah aku tidak bertemu bunda,
akupun memutuskan untuk keluar kamar dan menemui bunda dikamarnya, saat aku
membuka pintu kamar bunda, terdengar desahan tangis dari dalam kamar, yaa
ternyata itu bundaku, bundaku menangis.
“ ada apa bunda kok bunda menangis
?’’.
“hmmm engga kok sayang, bunda
baik-baik saja” (sambil menghapus sisa airmata dipipinya).
“katakan bunda ada apa jujur sama
cinta ada apa?”
“begini nak, ayahmu meninggalkan kita,
dia menikah dengan perempuan lain, dan rumah ini besok akan disita oleh pihak
bank, karena ayahmu punya banyak hutang di bank”.
“ gaa ini ga mungkin bun, katakan ini
Cuma mimpi kan bun, katakan semua pasti baik-baik aja bun, katakan!’’ (sambil
menangis) .
” ini bukan mimpi nak, ini
kenyataannya, sabar yaa sayang”.
akupun tak kuat menahan tangisss, akupun
langsung memeluk bundaku, dalam dekapan bundalah tangisan air mataku mulai
menetes . sejak saat itu kehidupanku berubah drastis, aku dan bundapun pergi
untuk meninggalkan rumah impian kami, rumah istana buat kehidupan kami kini
tidak akan kami temukan lagi, kami berduapun memutuskan untuk mengontrak rumah
disebuah pedesaan yang letaknya tak jauh dari ibukota, untungnya bundaku masih
punya sisa tabungan sehingga kami masih memiliki kesempatan buat merasakan
indahnya memiliki atap rumah kembali . sejak saat itulah aku memutuskan untuk
berhenti kuliah, aku merasa biaya kuliah di ibukota cukup besar dan mustahil
rasanya bundaku kembali bisa membiayai kuliah ku.
Dikampus . .
“ ehh willy, cinta kemana yaa ? kok
dari kemaren aku ga ketemu dia ?” kata milly dengan rasa penasaran .
willypun menjawab ,” yaa mana gw
taulah , udah dehh jangan ganggu gw sana pergi”(sambil sibuk membaca majalah
fashion ).
Millypun memutuskan buat mencari jejak
kepergian aku, sampai tiba saatnya kami dipertemukan disebuah toko buku, dimana
pada saat itu aku mencoba mencari buku tentang arti kehidupan ,milly pun
melihat aku .
”cinta ?”.
“ milly ?”.
akupun terkejut begitu tau milly
menemukan ku, rasa maluu yang sangat amat dalam aku rasakan ketika bertemu
dengannya akupun reflek langsung lari menjauh dari milly, millypun tetap
mengejar aku
“ cintaa tunggu, cintaaaa !” teriak
milly.
akupun terus lari-dan lari sampai
akhirnya jejakku tak bisa didapatkan lagi oleh milly .tiba-tiba saat jalanku
mulai melambat akupun menabrak seseorang, sampai aku terjatuh sosok laki-laki
muda yang amat sangat tampan dan sempurna di mataku, speechless aku terkejut
dan bengong melihat wajah laki-laki itu.
“heyy, hello, ?” sapa laki-laki itu
sambil melambaikan tangannya.
“ ohh, maaf.maaff maafin aku, tadi aku ga sengaja”.
“iyaa ga papa kok harusnya aku yang
minta maaf udah nabrak kamu sampai terjatuh, ayoo bangun” (sambil menawarkan
tangannya dan mencoba membantu aku buat kembali berdiri).
Sosok laki-laki itu sempurna buat aku, tapi
setelah aku tersadar dari lamunan itu akupun teringat akan sosok ayah yang tega
meninggalkan aku dan bunda, rasa benci terhadap sosok laki-laki itu aku
lampiaskan semuanya, trauma dan takut itu yang aku rasakan ketika aku ketemu
dengan sosok laki-laki,aku bahkan ga mau bertemu dan berkenalan dengan kaum
adam .aku benciii bangett. Akupun langsung lari pergi meninggalkan laki-laki
itu . sesampainya dirumah perlahan-lahan aku merasakan rasa sakit kepala yang
berkepanjangan di ikuti rasa mual dan muntah, bunda ku langsung bertanya-tanya
kepada ku.
“ kamu kenapa cin ?, ga biasanya kamu
begini”(sambil khawatir dan cemas).
“ engga kok bun, aku gapapa tenang aja, semua
pasti baik-baik aja” (jawab ku untuk meyakinkan bunda).
Sudah
seminggu aku merasakan sakit ini, badanku mulai melemah akupun bingung ada apa
dengan diriku ?, semakin hari semakin banyak yang aku rasakan, saat di dapur
aku ingin mengambil minum tiba-tiba aku sulit untuk menuangkan air kedalam
gelas , airnya justru tumpah kelantai dan tidak masuk sama sekali kedalam
gelasnya, penglihatanku mulai terganggu, semua yang ada disekitarku terlihat
buram, untuk jalan saja aku tak mampu terkadang aku suka tiba-tiba terjatuh
sendiri . bunda yang melihat beragam jenis keanehan itu mulai cemas denganku .
“ cinta, kita kedokter yaa, udah lama
kamu ga ngecheck kesehatan kamu nak”.
“engga bunda ga usah lagian ke dokter
kan butuh uang, uang dari mana bun??, percayalah aku pasti baik-baik saja kok !“
(aku kembali meyakinkan bundaku tentang diriku).
Esoknya aku mencoba untuk keluar rumah
tanpa pamit ke bunda, aku mulai berjalan menuju ketaman,ditaman aku duduk
sendiri dan merenungi semua kejadian yang ada dihidupku, tiba-tiba disampingku
duduk sosok seorang laki-laki yang waktu itu pernah aku tabrak, aku ketakutan
begitu melihat sosoknya, akupun ingin segera pergi meniggalkan laki-laki itu,
saat aku ingin lari, tiba-tiba laki-laki itu memegang erat tanganku dan berkata.
“jangan pergi aku hanya ingin mengenal kamu,
tenang-tenang aku orang baik kok”.
laki-laki itu mencoba meyakinkan aku
tentang dirinya , rasa takut itu perlahan mulai hilang, akupun kembali duduk
disampingnya.
“namanya siapa?’’.
“aaaa, , a , kuu cinta” sambil gugup .
“ohh, cinta, nama yang indah se indah
senyummu, nama aku pertama panggil aja tama”(sambil bersalaman denganku) .
“sendirian aja sih, lagi sedih yaa?”.
”iiii, ,yyaa tam” .
“ jangan sedih dong wanita secantik
kamu harus tetap tersenyum, hapus air mata kamu”. sambil memberikan sapu
tangannya untuk ku, yaa perkenalanku dengannya cukup indah dan sangat berarti
buat aku kenang, setelah aku bertemu dengan pertama, ternyata tidak semua
laki-laki itu jahat seperti ayahku, penilaianku salah besar .aku senang bisa
berteman dengan tama .
Hampir setiap hari kami berdua ketemu
ditaman monas, tempat yang indah yang mengawali dan menjadi saksi bisu
perkenalan kita berdua . akupun diajak jalan sama tama ketempat yang paling
indah diatas bukit . saat tiba disana ketika tama pergi sebentar untuk
membelikanku minum, akupun mencoba melihat sekelilingku, kenapa semuanya tampak
buram dan samar-samar . penglihatanku kembali terganggu .
”ini minumannya”, tama datang
menghampiriku.
Aku berkata “tama, apa kamu bisa
bercerita kepadaku ada apa sajaa di depan kita?”.
“didepan kita banyak bunga-bunga
matahari yang sangat indah bergoyang-goyang kekiri, kekanan mengikuti arah
angin, ada juga suara gemericik air mengalir turun kebawah karena disebrang
sana ada air terjun yang sangat indah, memangnya kenapa cin kamu bertanya seperti
itu?, kamu sakit?”.
“ engga tam gapapa, semua pasti
baik-baik saja” (sambil tersenyum).
aku belum berani untuk bercerita
kepada tama tentang apa yang aku alami selama ini, aku takut dia ga mau
berteman denganku lagi .
Akupun
kembali kerumah . dirumah aku suka senyum-senyum sendiri ketika mengingat masa
indahku bersama tama. Bundapun kembali menghampiriku dan bertanya.
“ kenapa cinta, dari tadi senyum-senyum
sendiri, bunda tauu nih pasti anak bunda yang cantik ini lagi jatuh cinta
yaa?”.
“iih, bunda sok tahu nihh, engga kok”.
Kami berduapun asyikkk bercanda bareng
hingga tiba saatnya sakit kepalaku muncul kembali, sakitt banget rasanya
kepalaku mau pecah, rasa mual mau muntahpun datang, tapi disaat aku ingin
bangkit dan berlari tiba-tiba saja aku terjatuh kakiku sama sekali tidak bisa
digerakan, kakiku menjadi mati rasa.
“bun, kenapa ini kenapa aku ga bisa menggerakkan
kakiku bun kenapa ?”, sambil berteriak menahan sakit dikepalaku .
” yaa allah nak, kamu kenapa ?, kita
kedokter yaa sekarang”.
dengan modal nekad bundapun membawaku
kerumah sakit sambil menggendongku .
Sesampainya disana, akupun diperiksa
oleh dokter .
Nama bundaku dipanggil oleh dokter,
rasanya si dokter ingin berbicara Cuma empat mata dengan bunda ku tanpa perlu
aku tahu .
“ ada apa dok dengan anak saya ?”.
begini bu, dari hasil lab menyatakan
bahwa anak ibu positif terkena penyakit glioblatoma”.
“penyakit apa itu dok?”.
“ ibu yang sabarnya jenis penyakit ini
telah menjadi satu didalam anggota badan anak ibu sering kita menyebutnya dengan
penyakit kanker otak ganas, kanker yang dapat dirasakan dibagian otak besarnya
dan system sarafnya, dan ini sudah mulai menuju pada letak stadium akhir”.
“engga dok, dokter ga lagi bercanda kan ?, ga
mungkin anak saya kena penyakit itu ?, katakan dok itu semua salah katakan!” (sambil
menangis ).
dokterpun kembali meyakinkan bundaku “
benar ibu itu benar adanya, salah satu cara untuk memperlambat jalannya kanker
di bagian otak anak ibu adalah dengan mengadakan kemoterapi dan memberikan
obat-obatan jenis herbal secara rutin, kalau tidak cara kerja kanker itu akan
cepat merambat keseluruh jaringan tubuh anak ibu, sehingga akan berdampak pada
kelumpuhan dibagian kaki dan tangan sulit untuk bergerak sama sekali,
penglihatannya pun akan mulai terganggu, meskipun tidak buta sepenuhnya tapi
lama-lama kanker itu akan lebih cepatnya menggerogoti anggota gerak, sehingga
munncul gangguan keseimbangan tubuh”.tegas dokter .
“jadi penyakit anak saya tidak bisa
disebuhkan dok ?”.
“untuk sembuh total itu hal yang mustahi
bu, karena ini termasuk jenis kanker ganas, kemoterapi dan obat-obatan herbal
hanya mampu menghambat tumbuhnya sel kanker baru, bukan untuk mematikan, salah
satu jalannya yaitu dengan menjalankan operasi pengangkatan sel kanker otak
untuk dapat mengambil semua jaringan tumor, tetapi tidak bisa menjamin juga
operasi itu akan berhasil, karena sel tumor tersebut akan tumbuh kembali”.
“yaa allah separah itukah penyakit anak saya
dok ?”.
“ yaa ibu bersabar saja kecuali ada mukjizat
dari yang maha kuasa insya allah penyakit itu dapat sembuh, 1 berbanding jutaan
ribu manusia yang terkena jenis kanker ini, taruhannya dengan nyawa mereka
sendiri bu” .
“yaa udah makasih dok atas
penjelasannya, kami permisi pulang”, bundapun keluar dari ruangan dokter dan
menemuiku.
“bun, apa kata dokter?’’.
“semua pasti baik-baik saja nak”
(sambil menangis dan memelukku).
aku heran kenapa bunda menangis. Bunda
belum bisa bercerita tentang penyakit yang aku derita .
Esoknyaa
aku kembali ketaman monas bertemu dengan pertama, kali ini aku ketaman monas
dengan menggunakan kursi roda, yaa aku yang sekarang berbeda dengan aku yang
dulu.
Saat aku lagi melamun, tiba-tiba
pertama datang menghampiriku .
“ cintaa, ini kamu ?” .
“ iyaa tam ini aku , kenapa, kamu kaget lihat
kondisiku yang sekarang ?”.
“ iya jelaslah kagett, kenapa kamu ga
cerita dari dulu kalo kamu sakit cin ?, kenapa ?”.
akupun menjawab , “ karena akuu, aku
takut kehilangan kamu tam, aku takut kamu gamau berteman denganku lagi”.
“tenang aja cin, aku berteman dengan
sapa saja kok, tidak memandang fisik bahkan derajat seseorang, aku tulus ingin
selalu ada didekat kamu, jadi kalau ada masalah apapun kamu cerita saja sama
aku, pasti aku bantu kamu” (sambil tersenyum) .
yaa senyuman dan rangkaian kata dari
pertamalah yang menguatkan aku sampai saat ini .
Tama adalah sosok laki-laki yang
berbeda dengan ayahku dia begitu sabar dan setia untuk menjagaku, setiap
harinya tama selalu membuat kejutan agar aku kembali tetap tersenyum didepannya
. mengajarkanku tentang arti kehidupan dan arti saling berbagi, diapun yang
menemani mas-masa sulitku, saat aku dirumah sakit menjalani kemoterapi .
“ tam kamu tau gaa ?, aku tuh ngerasa
seluruh badanku sakiiiitt, sakit semua , dari mulai ujung kepala sampai ujung
kakiku terasa sakit dan mati rasa”.
“kalau kamu ingin rasa sakitnya berkurang kamu
harus selalu ingat sama wajah aku, biar kamu bisa tetap tersenyum dan tertawa
lepas, itu yang akan buat rasa sakitnya berkurang”.
yaa kata-kata yang tama ucapkan bisa
buat aku bertahan sampai detik ini .
“makasih yaa tam, makasih karena kamu
selalu ada disampingku, tetaplah disampingku tam sampai waktunya tiba nanti”.
“waktunya tiba apaa maksudnya cin ?”,
tama terkejut ketika aku mengucap kata itu .
akupun reflek dan dibuat bingung
dengan kata-kata itu speechless kata-kata itu membuat tama mulai sedih .
“jangan sedih tam, karena cintalah
yang akan menguatkan kita berdua” .
Esoknyaa akupun diajak tama untuk
mengunjungi sebuah toko buku, tak disangka dan tak diduga, ternyata aku bertemu
dengan willy dan milly, mereka berduapun menghampiriku.
“Cinta, kamu kemana ajaa kami berdua
khawatir sama kamu”, sambil memelukku .
“aaaa, ,kuu baik.baik saja kok?”.
“kenapa kamu jadi gini cin, cerita sama
kami ada apa sebenarnya?”, Tanya milly.
Kami
bertigapun memutuskan untuk ketaman dan berbagi cerita .
“begini, bisnis ayahku mulai
bangkrut,terpaksa rumahku disita dan sekarang aku dan bunda ku tinggal dirumah
kontrakan, ayahku pun nikah lagi dengan wanita lain, kecewa dan terpuruk itu
yang aku rasakan, aku malu kalo tiap kali aku harus ketemu dengan kalian
apalagi ketemunya disaat kondisiku lagi ga sempurna seperti ini”.
milly berkata “ ga usah maluu cin,
kami ini kan sahabatmu, kami itu ikhlas berteman denganmu, dalam kondisi
sesulit apapun kamu, kami pasti akan selalu ada disampingmu” (sambil memelukku)
.
tiba-tiba willypun berucap “ iiihh
seorang cinta menjadi cacat ?, apaa kata dunia kalo aku berteman denganmu,
kemaren aku juga ngeliat tuh bapak kamu ternyata supir angkot cin, hanya seorang
supir angkot, dan sekarang kamu dan ibumu ditelantarkan, kasihan sekali nasibmu
tapi maaf aku ga mau tertular dengan penyakit miskin kamu ini”.(sambil pergi ninggalin
aku dan milly).
aku kagett dan terdiam sejenak, aku
mulai meneteskan air mata ketika willy pergi ninggalin aku, ga disangka
sahabatku yang dulu buat aku tersenyum sekarang malah dia yang membuat air
mataku menetes, mustahil rasanya dan sulit buat aku tuk percaya sama kehidupan
ini . akupun menangis di pundaknya milly .ternyata pertanyaan ku yang dulu
sudah bisa terjawab olehku, mereka Cuma ingin uangku, termasuk sahabatku
sendiri, mereka Cuma ingin dan cinta dengan uangku, sekarang disaat aku tak
memiliki uang, dan kesempurnaan hidupku mulai menjauh dariku tak ada 1pun orang
yang mau jadi teman aku kecuali pertama dan milly, yaa aku coba buat tetap
tegar, tapi hatiku masih terasa rapuh ketika aku terus mengingat masa-masa
indahku bersama willy, waktu yang telah menenggelamkan memory indahku bersama
sahabatku, perlahan mataku mulai terpejam dalam dekapan milly, ternyata aku
pingsan , milly dan pertamalahh yang membawaku kembali kerumah, ketika aku
mulai sadar dan terbangun dari mimpiku, aku melihat ada pertama disamping
tempat tidurku sambil memegang erat tanganku, dan diapun tertidur pulas
disampingku, yaa dialah yang menemaniku sepanjang malam itu, entah apa yang aku
rasakan ketika tanganku dipegang erat oleh tama, jantungku berdetak kencang,
dan aku tersenyum sendiri saat melihat sosok wajah polosnya tama ketika sedang
tidur.
apaa ini yang namanya CINTA ?, CINTA
datang dengan tiba-tiba tanpa bilang permisi dan CINTAlah yang membuat aku
bertahan sampai detik ini, yaa akuu jatuh CINTA, aku jatuh CINTA sama pertama
.saat aku berucap kata itu tiba-tiba tama terbangun dari tidurnya kami merasa
seperti memiliki ikatan kontak batin yang kuat.
“ ehh cinta udah sadar?, aku cemas
memikirkan kamu cin, aku udah tau penyakit yang kamu derita dari ibumu”.
“penyakit apa ? aku ga sakit, aku baik-baik
aja tama ? iyaa kan aku baik-baik saja?”.
“iya.iya kamu baik-baik saja kok”,
sambil meneteskan air mata.
“tama sayang sama aku ?”.
“ iyalah cinta, aku sayang sama kamu,
bahkan aku ga mau kehilangan kamu, ini saat yang tepat buat aku ungkapkan semua
isi hati aku, aku tuh cinta dan sayang banget sama kamu, aku tulus mencintai
kamu cin, kamu mau ga jadi pacar aku ?, aku janji aku ga akan melewatkan 1
detikpun hari-hariku tanpa kamu, aku akan berusaha buat kamu tersenyum setiap
harinya, aku juga ingin suatu saat nanti kamulah yang menjadi pendamping hidup
aku, kamu cinta pertamaku, dan kamu juga harus jadi cinta terakhir buat hidup
aku cin, mau kan ?”.
wooowww, speechless aku ga bisa
berkata apapun, aku kaget dan tiba-tiba air mataku mulai menetes membasahi
pipiku, aku menangis bukan karena sedih tersakiti, tapi aku menangis karena aku
sedih bahagia, bahagia bisa ada disamping tama .
“ hmm, kamu ga romantis banget sih tam
masa mengungkapkan perasaan kamu di rumah sakit sih ? hhahaha, iyaaa tam, aku
mau jadi pendamping hidup kamu selamanya”.
Sejak saat itu kamipun akhirnya jadi
pasangan kekasih. Meskipun waktunya ga tepat dan suasana latarnya berbeda
dengan pasangan lain yaitu dirumah sakit . buatku itu moment terindah yang aku
dapatkan dari sosok seorang pertama .
Semakin
hari kondisiku mulai membaik akupun diperbolehkan pulang sama dokter lagi-lagi
tamalah yang membawa aku pulang kerumah, dirumah dia banyak cerita dan bercanda
bareng. Tamapun kini menjadi kaki dan tanganku , saat aku mulai bosan dengan
kursi rodaku, tamalah yang menggendongku diatas pundaknya yaa aku digendong
tama, dan kakinya tamalah sekarang yang berperan sebagai kakiku. Kamipun
jalan-jalan ketaman monas seperti biasa, tama mengajarkan aku untuk berjalan,
tapi sesekali aku terjatuh, kakiku bener-bener tak berfungsi lagi, aku menangis
lagi-lagi aku nangis sampai detik inipun aku belum tau tentang penyakitku, tama
mencoba buat menguatkan aku, yaa dia yang selalu support aku.
“jangan menangis cintaku, kamu harus
tetap tersenyum dan katakan pada dunia kalo kamu baik-baik saja, ayoo katakan”,
tama menyuruhku untuk teriak sekencang-kencangnya.
akupun melakukannya “hallo duniaaa, namaku
cinta, lihatlah aku baik-baik saja kann ?(sambil teriak).
Hatiku cukup plong ketika suaraku itu
terbawa oleh angin dan menyampaikannya kepada dunia.
“terima kasih tama, terima kasih aku
cinta kamu” (sambil memeluk tama).
Esoknyaa aku terbangun dari tidurku,
akupun ingin segera melihat mentari pagi diluar, begitu aku ingin keluar dari
kamarku tiba-tiba aku menemukan selembar kertas yang tercecer di bawah lantai
kamarku, yaa setelah aku buka ternyata itu surat dokter, surat pernyataan
dokter yang menyatakan aku positif terkena penyakit kanker otak, akupun kaget
dan terdiam, tiba-tiba kepalaku kembali sakit lagi, akupun tak kuat menahan
rasa sakit itu, akupun terjatuh kelantai dan tak sadarkan diri, bundaku yang
mendengar suara dari kamarku bergegas untuk menemuiku
“cintaaa, bangun nak bangunn”.
bundapun langsung membawaku kerumah sakit
bersama dengan pertama dan milly . mereka begitu cemas dengan keadaanku .
“ dok, gimana dengan keadaan anakku
dok?”.
“penyakit anak ibu bertambah parah
terpaksa kita harus melakukan operasi pengangkatan sel kanker diotaknya”.
“ tapii dokk ?”.
tiba-tiba pertamapun ikut berbicara
“lakukan saja operasi itu dok lakukan yang terbaik buatt cinta biar aku yang urus
semua biayanya ayooo dok”.
“baiklah segera kami persiapkan
operasinya” .
“makasih nak tama , makasih banyak atas
bantuannya”.
“iyaa bu sama-sama”.
semua orang diruang tunggu
mengkhawatirkan aku, yaa aku kini sedang bertarung untuk melawan penyakitku,
aku ga mau buat orang-orang disekitarku menangis karena aku, aku harus bisa
menciptakan senyuman diwajah mereka. Operasi pun telah selesai dan berhasil
dilakukan, kondisiku pun mulai membaik, tapi sayang kini aku tak punya rambut,
aku tak secantik dulu, badanku yang makin hari makin kurus kering membuat aku
merasa down dan malu bila bertemu dengan milly dan tama, dan lagi-lagi tama
orang pertama yang aku lihat berada disamping aku ketika aku membuka mataku.
“ tama aku sayang kamu, oh iyaa milly
mana aku ingin bertemu dengannya ?”.
millypun masuk keruanganku “iyaa cin
aku disini, cintaa yang tabah yaa, aku tauu ini cobaan yang berat buat kamu,
tapi aku harap kamu bisa bertahan cin”.
“iyaa mill, aku kuat kok, oh yaa ada
1permintaan aku, aku ingin deh main kerumah singgah milikmu mill”.
“ohh boleh.boleh cin, aku akan temenin kamu
untuk kesana kok”.
Esoknya
aku, milly dan pertamapun mampir kerumah singgah anak-anak jalanan, disitu aku
banyak mendapat pelajaran berharga .
“liatt cin, anak-anak ini lebih
menderita dari kamu, bayangkan, mereka tak punya kaki, mereka tak punya tangan,
bahkan kemampuan berpikir mereka masih seperti anak kecil, mereka banyak kekurangan,
mereka lebih tak sempurna dibanding kamu, tapi kamu lihat semangat mereka,
mereka terus berusaha buat terus belajar dan menciptakan beragam jenis karya,
dengan kaki satu yang mereka punya mereka bisa memainkan alat musik gitar,
dengan kemampuan otak yang terbatas mereka mampu melukiskan hasil jeritan
tangis hati mereka kedalam bentuk lukisan, mereka tetap kuatt cin, lihat mereka
satu tetes air matapun tak pernah mereka keluarkan, mereka terus menebar senyum
untuk sekitarnya, akupun yakin kamu pasti bisa seperti mereka, percaya cin”.
“iyaa milly kamu benar” sambil menghapus air
mataku .
Akupun mulai mengajak anak-anak
jalanan ini untuk bernyanyi bersama aku, dan aku yang memiliki ilmu lebih
tentang bahasa inggris, akupun mulai mengajarkan mereka cara mengucapkan bahasa
inggris , aku senang, aku bahagia ketika aku berada disekeliling mereka yang
sama memiliki kekurangan denganku, rasa percaya diriku mulai bangkit, perlahan
aku ciptakan 1 senyuman buat mereka, aku bercerita lucuu dengan bahasa inggris
kepada mereka, dan tamalah yang menerjemahkan artinya, lihatlah mereka tertawa
lepas begitu mendengar ceritaku, yaa aku berhasil membuat mereka tersenyum,
akupun berhasil membagi ilmuku kepada mereka sehingga mereka perlahan, mulai
mengerti tentang bahasa.inggris .
seharian penuh waktu aku habiskan
bersama mereka, sampai tiba saatnya sakit kepalaku mulai muncul kembali
entahlah apaa penyakit kankerku tak bisa sembuh, meskipun jaringan tumornya
sudah diangkat tapi masih tumbuh lagi, mungkin inilah detik-detik aku pergi
meninggalkan dunia, dunia begitu indah buatku, rasanya masih tak percaya kalau
aku tenyata masih bisa menciptakan senyuman untuk orang lain didetik terakhir
ku, akupun menyuruh tama untuk membawaku ketaman monas seperti biasanya .
“tama, tau gaa apa itu cinta ?” (sambil
bersandar di bahunya tama).
tama menjawab “cinta itu abadi, cinta
itu yaa seperti aku dan kamu” .
”cinta itu baik yaahh, dia yang
mengajarkan kita untuk saling mengenal, saling melengkapi, dan saling
memeberikan support bahkan semangat untuk hidup”.kataku.
lalu tamapun menjawab kembali “ yaa
cinta itu perlu ketulusan cinta itu tidak memandang fisik bahkan kekurangan
seseorang, cinta itu harus saling percaya, cinta itu harus saling terbuka
bahkan saling menjaga setiap masalah pribadi hidupnya”.
“cinta itu terlahir bukan untuk saling
menjatuhkan, tetapi saling mendukung, cinta itu bukan menceritakan pribadi
hidup masa lalu seseorang kepada orang lain tetapi saling menjaga rahasia hidup
seseorang, cinta itu terlahir bukan untuk menjelekan keburukan sifat setiap
individu, tetapi cinta itu harus bisa saling memuji bahkan bercerita kepada
oranglain tetang sebuah kelebihan yang kita miliki, dan cinta itu bukan
menurunkan derajat seseorang tetapi cinta itu harus bisa mengangkat derajat seseorang”
.(kataku, sambil meneteskan air mata).
“yaa cin, cinta itu harus memiliki
sebuah pemikiran yang dewasa agar kita tidak mengecewakan oranglain, bahkan
tidak membuat mata dan hati seseorang menangis dengan ucapannya, jangan pernah
kita menyalahkan kata cinta ketika cinta membuat seseorang menangis bahkan
tersakiti hatinya, cinta tidak pernah bersandiwara, tapi cinta itu realita
kehidupan”, ujar tama.
“iyaa
tama, cinta itu terlahir bukan untuk menciptakan ribuan tangisan air mata,
tetapi cinta itu datang untuk menciptakan jutaan senyum kebahagiaan buat dunia
dan semua orang, aku bahagia bisa bersamamu tama, aku sayang dan cinta sama
kamu, karena kata cintalah aku bisa bertahan dan karena cintalah aku bisa
mengenal indahnya hidup didunia bersama kamu, kamu cinta pertama dan cinta
terakhirku I love you pertama”. (mataku pun perlahan mulai terpejam aku terlelap
tidur didalam pelukan tama), sesaat
mataku tak bisa lagi ku buka kembali.
Tamapun terkejut melihat aku tak
bernafas lagi, dia terus memanggil-manggil namaku.
“cinta bangun cinta bangunnn jangan tinggalin
akuuu, kamulah cinta pertama dan cinta terakhir aku selamanyaa”. (sambil
menangis dan memelukku).
aku tertidur dengan tetesan air mata terakhirku yang membasahi pundak tama, yaa aku tertidur dengan senyuman lepas didalam dekapan tama, aku tertidur untuk selamanya, selamat tinggal dunia. ragaku mungkin sudah tidak ada lagi di dunia, tapi nama ku masih tetap di kenang dan akan selalu ada di hati semua orang, seperti sebuah nasehat dari mario teguh yang mengatakan bahwa :
"inginkanlah yang mudah, tetapi jangan lupakan keharusan mu untuk menjadi lebih kuat. bukan pemberian yang mudah yang akan memudahkan hidupmu, tetapi kemampuan yang menjadikan mu pantas bagi semua pemberian besar- yang tidak mudah untuk di dapat itu, yang akan menjadikanmu sebagai penegak kehidupan yang berjaya".
yaa kehadiran sosok pertamalah sebagai penegak kehidupanku-CINTA PERTAMA. J
aku tertidur dengan tetesan air mata terakhirku yang membasahi pundak tama, yaa aku tertidur dengan senyuman lepas didalam dekapan tama, aku tertidur untuk selamanya, selamat tinggal dunia. ragaku mungkin sudah tidak ada lagi di dunia, tapi nama ku masih tetap di kenang dan akan selalu ada di hati semua orang, seperti sebuah nasehat dari mario teguh yang mengatakan bahwa :
"inginkanlah yang mudah, tetapi jangan lupakan keharusan mu untuk menjadi lebih kuat. bukan pemberian yang mudah yang akan memudahkan hidupmu, tetapi kemampuan yang menjadikan mu pantas bagi semua pemberian besar- yang tidak mudah untuk di dapat itu, yang akan menjadikanmu sebagai penegak kehidupan yang berjaya".
yaa kehadiran sosok pertamalah sebagai penegak kehidupanku-CINTA PERTAMA. J


Tidak ada komentar:
Posting Komentar